THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 31 Oktober 2014

Prilaku & Tujuan Mempelajari Prilaku Konsumen

Pengertian Perilaku Konsumen


Apakah perilaku konsumen itu? Seperti didefinisikan oleh Schiffman dan Kanuk(2000), adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.

Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide.

Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91)

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Dari semua definisi diatas perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai studi tentang proses pengambilan keputusan (decision unit) oleh konsumen baik individu, kelompok, maupun organisasi dalam memilih, membeli, memakai serta memanfaatkan produk, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen.
           
dan dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.

Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide. 

Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91)

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Dari semua definisi diatas perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai studi tentang proses pengambilan keputusan (decision unit) oleh konsumen baik individu, kelompok, maupun organisasi dalam memilih, membeli, memakai serta memanfaatkan produk, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen.
           

 II.Pentingnya Mempelajari Perilaku Konsumen
Ada sejumlah alasan mendasar mengapa perilaku konsumen di pelajari, yaitu :
1.             Konsumen dengan perilakunya (terutama perilaku beli) adalah wujud dari kekuatan tawar yang merupakan salah satu kekuatan kompetitif yang menentukan intensitas persaingan dan profitability perusahaan.
2.             Analisis konsumen adalah landasan manajemen pemasaran dan akan membantu manajer dalam melakukan hal berikut :
-          Merancang bauran pemasaran
-          Melakukan segmentasi pasar
-          Melakukan positioning
-          Melakukan analisis lingkungan perusahaan
-          Mengembangkan trend penelitian pasar
-          Mengembangkan produk baru maupun inovasi produk lama
3.             Analisis konsumen memainkan peranan sangat penting dalam pengembangan kebijakan public. Misalnya: perilaku konsumen terhadap sembako yang menghasilkan seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur persediaan sembako tersebut.
4.             Pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif.
5.             Analisis konsumen memberikan pemahaman tentang perilaku manusia. Studi mengenai perilaku manusia memberikan paling tidak tiga informasi, yaitu :
-          Orientasi konsumen
-          Fakta tentang perilaku pembeli
-          Teori – teori yang menuntun proses berpikir. 

Singkatnya perilaku konsumen di pelajari agar lebih memahami tentang apa yang di beli oleh konsumen, mengapa, dimana, kapan, dan seberapa sering ia membeli. Pengetahuan ini kemudian di pakai untuk menciptakan cara untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan mereka dan menciptakan kebutuhan yang baik untuk berkomunikasi dan mempengaruhi mereka. Jadi, itu semua adalah kajian-kajian yang sangat mendasar dalam seluruh kegiatan pemasaran. Sebagai pemasar, perilaku konsumen merupakan pegangan untuk benar-benar menjadikan dirinya digerakkan oleh pasar atau konsumen (to be market/consumer driven), sehingga mustahil bila seorang pemasar atau ahli pemasaran mengabaikan pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku konsumen. Perilaku konsumen adalah dasar untuk membangun keunggulan kompetitif.

Kesimpulan
Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan suatu produk dan jasa. Dan dapat juga disimpulkan, seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.

Senin, 30 Juni 2014

TOEFL TEST

1.      _­___ the earliest system of writing.
A.     The constitution of pictograms
B.     Pictograms in the constitution
C.     Constitute the pictograms
D.     Pictograms constitute
Answer : D. Pictograms constitute

2.      At temperatures _____ absolute zero, substances possess minimal energy.
A.     Approach
B.     Approaches
C.     Approaching
D.     They approach
Answer : C. Approaching
3.      The Earth’s one-year revolution around the Sun changes how ____ on one
Hemisphere or the other.
A.     Falling sunlight
B.     The fall of sunlight
C.     Sunlight in the fall
D.     Sunlight falls
Answer : D. Sunlight falls
4.      Though sporadic interest in regional dislects _______ for centuries, the first large-scale systematic studies did not take place until the nineteenth century.
A.     Has existed
B.     It existed
C.     Has it existed
D.     Exixing with it
Answer : A. Has existed
5.      A spacecraft is freed from friction ­­_____ launched into space.
A.     It
B.     It is
C.     After is
D.     After it is
Answer : D. After it is




1.      The aorta arches out of the heart, and then its moves down toward the lower body.
     A                     B          C               
               Incorrect word is C (its)
               The correct word is (it)

2.      Animals like frogs have waterproof skin that prevents they from drying out quickly in air,
      A                              B                  C
sun, or wind.

Incorrect word is C (they)

The correct word is (Them)


3.      Because or its ability to survive close to human habitations,
                         A                             B
      
      the Virginia deer has actuall increased  their range numbers.
                                  C                              D 

Incorrect word is D (their)

The correct word is (they)


4.      By the 1920s, many  radio transmitters had been build.
                              A                      B          C              D
               Incorrect word is D (Build)
               The correct word is (Built)

5.      Fish farming has rose in the United States in recent years.
A          B            C                                         D

Incorrect word is C (rose)

The correct answer is (Rise)

Jumat, 30 Mei 2014

MY FAVORITE FIGURE

I have a favorite figure in my life. He was very visible success, at the age of old isn't longer he remained a passion for work.His named is Bob Sadino.

Bob Sadino (born March 9, 1939) is a successful businessman from Indonesia who does business in livestock. He is one the successful Indonesian businessman who proposes the idea of entrepreneurship. In his era, only few people did businesses through risk and initiative in Indonesia. Sadino, the CEO of Kem Chicks, Kem Foods, and Kem Farms, started his business by selling domestic chicken eggs door to door. At that time, domestic chicken eggs were not popular in Indonesia, thus his goods were purchased only by expatriates, who lived in Kemang (an area in Indonesia), as well as few people in Indonesia who had lived abroad before. Over time, the domestic chicken eggs began to be popular so that Sadino's business grew significantly. Sadino then expanded his business by selling chicken meat.

He released two books containing his unique view of doing business. People admire his unique view which he calls "Stupid Learning", that we do not need to be smart to start doing business, instead we can use our dullness to start doing business. He illustrates a stupid man will start doing business as soon as an idea pops into his head, while an educated man will spend his time thinking which ideas need to be applied, and then at the end none of his ideas become reality. Sadino also emphasizes that theory without practice is nothing. Furthermore, he also has a unique trademark that he usually wears short-sleeved shirts and shorts on most occasions. Even when he met Suharto, a former Indonesian president, he stuck with his style of dress.

Bob Sadino was born in an affluent family. He was the youngest among his four siblings. When his parents died, Sadino was still 19 years old. He inherited all his family properties since his siblings were considered to have prosperous lives. Sadino then spent his money to travel around the world. He stopped at the Netherlands and settled there for approximately 9 years. In the Netherlands, he worked at Djakarta Lloyd in Amsterdam and also in Hamburg, Germany. Sadino also met his wife, Soelami Soejoed, in the Netherlands.

In 1967, Sadino and his family returned to Indonesia. He brought along his two Mercedes cars. He sold one of his cars to buy a plot of land in Kemang, South Jakarta, and he kept the other car. After had been living in Indonesia for a long time, Sadino decided to quit his job because he had the determination to work independently. His first self employed job was as a taxi driver of his Mercedes. Unfortunately he got in a car accident, which resulted in his car being badly damaged. Due to lack of money, Sadino switched to becoming a mason. His salary at that time was only IDR 100

One day, Sadino's friend recommended him to do poultry business focusing in domestic chicken (imported chicken) eggs to fight his depression. Sadino was interested and began to develop a chicken farm. At that time local chicken (native chicken, smaller than domestic chicken) still dominated Indonesia market. Sadino was the one who first introduced domestic chicken and their eggs in Indonesia. Sadino sold domestic eggs door to door. At that time, domestic chicken eggs were not popular in Indonesia so that his goods were only purchased by expatriates(such as Americans, Europeans), who resided in Kemang (an area in Indonesia), as well as few people who had lived abroad. Over time, domestic chicken eggs began to be known throughout Indonesia so that Sadino's business grew rapidly. Sadino then expanded his business by selling chicken meat. Besides introducing the domestic chicken eggs, he also was the first man to apply hydroponic farming system in Indonesia. In the early 1985, the average sales per month of Sadino's companies was 40-50 tons of raw meat, 60-70 tons of processed meat, and 100 tons of fresh vegetables.

I wish I could be successful as Bob Sadino

PASSIVE VOICE (SIMPLE PAST)

Passive voice in the simple past tense is formed by the auxiliary verb was / were and past participle. Subject to the passive voice to the active voice is the object was for a single subject, while were on the subject plural. The agent in the passive voice is subject to the active voice.

Active Voice : S + verb-2 + direct object  ==>> Passive Voice : S (direct object) + was/were + past participle +/- by … (agent)

The above formula applies to transitive verb. What Intransitive verb? Sentences with Intransitive verbs may be pacified if it has a propositional phrase (see: Passive Voice on Intransitive Verb). Subject to the passive voice is the object of the preposition in the active voice.

Active Voice : S + verb-2int + preposition + object of preposition  ==>> Passive Voice : S (object of preposition) + was/were + past participle + preposition +/- by … (agent)

Example :

Active Voice : 
Someone left the letter when he was away from his desk.
(Seseorang meninggalkan surat tersebut ketika dia jauh dari mejanya.)

Passive Voice :
The letter was left when he was away from his desk.
(Surat tersebut ditinggalkan ketika dia jauhd ari mejanya.)

Jumat, 28 Maret 2014

TOEFL TEST

No. 10

Question :
Many theories on conserving the purity of water has been proposed, but not one has been as widely accepted as this one

Answer :
Many theories on conserving the purity of water have been proposed, but not one has been as widely accepted as this one.

(reason 1: karena "has been" bukan sungular, maka diperbaiki menjadi "have been")
(reason2: karena "have been" ditujukan untuk sebuah benda)

Minggu, 05 Januari 2014

KU SYUKURI APA YANG AKU MILIKI

Berawal dari mimpi yang sangat besar, menjadi seorang sukses, kaya raya, hidup nyaman, dan serba terpenuhi  kebutuhan. Aku merasa sudah terbawa jauh oleh mimpiku, terbawa oleh angan yang aku miliki. Hari-hari aku lalui seakan aku benar-benar seorang yang sukses dan serba terpenuhi kebutuhannya. Tanpa rasa gelisah, pikiran yang tenang, nafas yang begitu melegakan semua itu aku rasakan.


Banyak teman yang aku punya, dan banyak dari mereka berasal dari kalangan "atas". Aku begitu terbawa  oleh jalan hidup mereka. Hidup senang terus tertawa gembira bersama tanpa terpikir perasaan gelisah ataupun sedih. Hampir setiap hari aku jalani hariku bersama mereka. Aku bahagia bersama mereka. Mereka yang membuat aku lebih tenang dengan masalah yang aku hadapi karena canda dan tawa.

Aku begitu nyaman dengan apa yang aku jalani saat itu, tanpa aku berfikir kedepan akan seperti apa karena aku sangat begitu yakin bahwa mimpiku pasti akan terwujud. Terlalu terlena aku dengan uang jajan yang orang tuaku kasih.

Ayahku adalah seorang pekerja keras, usianya sudah cukup tua. Namun semangat dan tanggung jawabnya tak pernah pudar demi menghidupi keluarganya. Ayah rela mengorbankan tenaganya demi keluarga kami meskipun usianya yang sudah cukup tua, keluargaku pun merasa sangat cukup dengan apa yang ayah hasilkan. Sampai saat ayah pensiunpun dia tetap berusaha mencari nafkah demi keluarga. ayahku memang hebat. :'(

Sampai suatu ketika, aku merasakan dimana aku hidup kurang. orang tuaku tidak lagi memberiku uang jajan lebih, ayah sudah tidak lagi bekerja seperti dulu. Aku sedih, aku merasakan dimana hidupku tidak berarti, aku merasa tidak berguna untuk keluargaku, aku hanya menyusahkan mereka ditambah kuliahku yang berantakan. Aku sangat merasakan stres yang begitu berat, sampa-sampai aku lebih sering menangis karena pikiran yang begitu berat. Mungkin aku terlihat begitu cengeng, tapi hanya menangis yang bisa aku lakukan saat pikiran itu menggangguku.

Suatu malam aku benar-benar menangis yang begitu kejar. Segera aku ambil air wudhu kemudian aku solat dan berdoa. Aku mengadu kepada Allah, aku menangis dan memohon ampun kepadaNya. Aku merasa hidupku begitu sia-sia, aku telah membuang banyak waktuku, penyesalan demi penyesalan aku rasakan. Semua yang aku rasakan aku adukan kepada Allah swt.

Allah adalah tempat aku mengadu yang paling tepat, aku yakin dia mendengar doaku. Sampai akhirnya aku sadar aku sangat kurang mensyukuri hidupku. Aku kurang menghargai jerih payah orang tuaku untuk aku. aku sadar begitu banyak kekecewaan yang aku buat untuk orang tuaku.

Sekarang aku sadar, cita-citaku tidak akan terwujud hanya dengan hidup santai. semua yang aku inginkan harus aku raih dengan kerja keras. Aku harus berusaha untuk membalas segala kebaikan orang tuaku.

Penyesalan memang selalu muncul dibelakang. namun jika aku hanya meratapi penyesalan aku tidak akan bisa menggapai cita-citaku. Mudah-mudahan semua belum terlambat. aku masih punya waktu untuk berusaha mewujudkan impianku.

Ayah, Mama, Kaka-kakakku, wanitaku, dan teman-teman. Terimakasih karena kalian telah cukup menyadarkanku, dan terimakasih kalian telah memberikan semangat untukku. Aku berjanji untuk diriku sendiri, aku akan memperbaiki segala kesalahan yang telah ku perbuat. Ku syukuri apa yang aku miliki, ku jalani apa yang memang harus aku jalani, Bismillah. Amin

ETIKA DAN MORAL DALAM PASAR GLOBAL


            Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.


Globalisasi produksi yaitu di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

           Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.


Dalam dampak atau efek globalisasi ekonomi, terdapat dampak-dampak positif yang sangat bermanfaat dalam perkembangan perekonomian. Dampak positif tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Produksi global dapat ditingkatkan.
2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara.
3. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
5. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.

 Selain dampak positif atau efek globalisasi ekonomi yang sangat bermanfaat dalam perkembangan perekonomian, terdapat pula Dampak negatif yang ditimbulkannya, yang dapat mengakibatkan kerugian di sector perekonomian. Dampak negatif tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Menghambat pertumbuhan sektor industri.

2. Memperburuk neraca pembayaran.
3. Sektor keuangan semakin tidak stabil.
4. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Contoh kasus :
            Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya. Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.